CONTOH ARTIKEL EKSPOSISI
Artikel Eksposisi
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana
isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian
dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Poin-poin penting dalam paragraf/karangan eksposisi
Contoh
topik:
- Data faktual, yaitu suatu
kondisi yang benar-benar terjadi, ada, dan dapat bersifat historis tentang
bagaimana suatu alat bekerja, bagaimana suatu peristiwa terjadi, dan
sebagainya
- Suatu analisis atau penafsiran
objektif terhadap seperangkat fakta.
- Fakta tentang seseorang yang
berpegang teguh pada suatu pendirian
Contoh
urutan analisis:
- Urutan kronologis/proses,
biasanya memaparkan proses, yaitu memberi penjelasan tentang bekerjanya
sesuatu atau terjadinya suatu peristiwa
- Urutan fungsional
- Urutan atau analisis sebab
akibat
- Analisis perbandingan
Langkah-langkah
penulisan:
- Menentukan tema
- Menentukan tujuan karangan
- Memilih data yang sesuai dengan
tema
- Membuat kerangka karangan
- Mengembangkan kerangka menjadi
karangan
Langkah-langkah
Menyusun Paragraf Proses Pola pengembangan karangan eksposisi bisa
bermacam-macam, di antaranya pola pengembangan proses. Paragraf proses itu
menyangkut jawaban atas pertanyaan bagaimana bekerjanya, bagaimana mengerjakan
hal itu (membuat hal ini), bagaimana barang itu disusun, bagaimana hal itu
terjadi. Berikut langkah penulisannya :
- Penulis harus mengetahui
perincian secara menyeluruh.
- Membagi perincian atas tahap
tahap kejadiannya. Bila tahap-tahap kejadian ini berlangsung dalam waktu
yang berlainan, penulis harus memisahkan dan mengurutkannya secara
kronologis.
Jenis-Jenis Teks Eksposisi
- Eksposisi definisi
- Eksposisi Proses
- Eksposisi Klasifikasi
- Eksposisi Ilustrasi
- Ekskposisi Perbandingan
- Eksposisi Laporan
Ciri-Ciri Teks Eksposisi
- Menjelaskan informasi-informasi
pengetahuan
- Gaya informasi yang
mengajak
- Penyampaian secara lugas dan
menggunakan bahasa yang baku
- Tidak memihak artinya tidak
memaksakan kemauan penulis terhadap pembaca
- Fakta dibakai sebagai alat
kontribusi dan alat kontritasi
Struktur Teks Eksposisi
- Tesis (Pembukaan)
- Argumentasi (Isi)
- Penegasan Ulang (Penegasan
ulang)
Tujuan Teks Eksposisi
Tujuan
teks eksposisi adalah untuk memaparkan atau menjelaskan infomasi-informasi
tertentu sehingga pengetahuan para pembaca bertambah.
Contoh Teks Eksposisi
Mangga dan Agroklimat
Mangga
adalah tanaman buah dengan tingkat ketergantungan yang tinggi pada agroklimat.
Ada tanaman buah yang tidak begitu tergantung pada faktor agroklimat, misalnya
nangka dan alpukat. Ada juga yang tingkat ketergantungannya pada agroklimat
sangat tinggi, misalnya apel. Hampir tak ada tanaman yang dapat seratus persen
bebas dari faktor agroklimat, kecuali tanaman itu dibudidayakan dalam green house
yang tersolir dari udara luar dan lengkap dengan pengatur suhu dan kelembapan.
Mangga memang tanaman buah tropis, tetapi dia justru tidak menyukai kelembapan
dan curah hujan yang tinggi. Itulah sebabnya buah itu kemudian dibudidayakan di
kawasan guru seperti Meksiko, Mesir, dan Israel, atau di kawasan subtropis
seperti Australia dan Taiwan. Pokoknya, semakin kering dan panas suatu kawasan,
tanaman mangga semakin menyukainya. Di Indonesia pun mangga hanya dapat tumbuh
baik di dataran rendah dengan curah hujan sedikit seperti Indramayu, Pasuruan,
dan Probolinggo
Meskipun
menyukai kawasan kering dengan udara panas, mangga tetap memerlukan banyak air.
Unsur utama untuk membentuk buah memang air, udara (CO2) dan unsur hara. Dari
tiga unsur tersebut, air diperlukan tanaman mangga dalam jumlah paling banyak.
Oleh sebab itu, meskipun udara di Pasuruan dan Probolinggo cukup panas dan
kering, air tanahnya cukup dangkal sehingga cocok untuk tanaman mangga. Di luar
Jawa, kawasan yang agroklimatnya seperti itu antara lain di daerah lembah
palu.
Di
dataran rendah yang kering, tanaman mangga dapat menerima sinar matahari selama
12 jam penuh sepanjang tahun. Sinar matahari berperan untuk pembentukan buah.
Semakin intensif sinar matahari, semakin manis buah yang dihasilkan. Itulah
sebabnya kawasan gurun dapat menghasilkan buah mangga yang cukup manis. Dengan
sinar matahari penuh selama 12 jam, tanaman mangga dapat leluasa membentuk
karbohidrat dan gula.
Indonesia
yang terletak di kawasan tropis memang mempunyai banyak variasi agroklimat. Ada
kawasan yang ekstrem kering, ada juga yang ekstrem basah. Ada dataran tinggi
yang dingin, ada pula dataran rendah yang panas. Kontur basah yang
menggelombang dan berbukit-bukit juga menguntungkan karena memudahkan sistem pengairan
dengan menggunakan sistem gravitasi-namun menggunakan mesin-mesin yang berat.
Akan tetapi, secara keseluruhan, agroklimat di Indonesia sangat menguntungkan
bagi pengembangan agrobisnis modern.
Kondisi
agroklimat yang menguntungkan itu kadang-kadang justru bisa berbalik menjadi
ancaman. Selama ini kita selalu membanggakan tanah air kita yang subur dan
makmur. Kita juga membanggakan jumlah koleks plasma nutfah mangga kita yang
mencapai peringkat nomor dua di dunia setelah India. Akan tetapi, diam-diam
Thailand, Mesir, Taiwan, dan Australia mengebunkannya. Di Australia tersedia
lahan yang sangat luas, modal yang sangat besar, teknologi yang sangat canggih,
dan agroklimat yang cocok untuk mangga. Oleh sebab itu, kita akan ketinggalan
kalau hanya mengandalkan kondisi agroklimat yang "subur makmur"
CONTOH ARTIKEL EKSPOSISI
Reviewed by Unknown
on
Friday, November 18, 2016
Rating:
No comments
Post a Comment