MAKALAH KOMUNIKASI
KATA PENGANTAR
Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk sosial,
makhluk yang suka atau tidak suka pasti berinteraksi dengan manusia yang lain
manusia dalam melakukan interaksi dengan manusia lain menggunakan komunikasi. Dimanapun
kita berada pasti kita berkomunikasi baik itu di rumah, sekolah, di kantor dan
di mana pun manusia itu berada.
Komunikasi adalah salah satu aktivitas yang sangat fundamentalis dalam
kehidupan umat manusia. Kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan sesamanya diakui
oleh hampir semua agama telah ada sejak tuhan menciptakan adam dan hawa di muka
bumi ini.
Kapan manusia mulai mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya tidak ada
data autentik yang dapat menerangkan tentang hal itu. Hanya saja diperkirakan
bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan
adalah suatu peristiwa yang berlangsung dengan sendirinya.
Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Allah yang Maha Esa atas
semua karunia yang telah diberikannya kepada kita. Tak lupa kami ucapkan terima
kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan gambaran
kepada kami.
Ciamis, Mei 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG ..................................................................... 1
B.
MAKSUD DAN TUJUAN .............................................................. 1
BAB
II PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN KOMUNIKASI...................................................... 3
B.
SEJARAH KOMUNIKASI ............................................................ 3
C.
KOMUNIKASI DAN KEHIDUPAN MANUSIA ........................ 4
BAB
III MACAM-MACAM KOMUNIKASI
1.
KOMUNIKASI VERBAL .............................................................. 6
2.
KOMUNIKASI NON VERBAL..................................................... 7
BAB
IV HAMBATAN KOMUNIKASI
1.
HAMBATAN DARI PROSES KOMUNIKASI ............................ 9
2.
HAMBATAN FISIK........................................................................ 9
3.
HAMBATAN SEMANTIK.............................................................. 10
4.
HAMBATAN PSIKOLOGIS ......................................................... 10
BAB V PENUTUP
A.
KESIMPULAN ................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Manusia adalah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam
hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, terkandung suatu maksud
bahwa manusia bagaimanapun juga tidak dapat terlepas dari individu yang lain.
Secara kodrat manusia akan selalu hidup bersama. Hidup bersama antar manusia
berlangsung dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi yang mempengaruhinya.
Komunikasi dapat terjadi pada siapa saja, baik antar guru dengan muridnya.
Orang tua dengan anaknya, pimpinan dengan bawahannya, antara sesama karyawan
dan lain sebagainya. Melakukan komunikasi merupakan bagian terpenting dari
semua aktivitas, agar timbul pengertian dalam menyelesaikan tugas
masing-masing.
Komunikasi merupakan dasar interaksi antar manusia. Kesepakatan atau
kesepahaman dibangun melalui sesuatu yang berusaha bisa dipahami bersama
sehingga interaksi berjalan dengan baik. Persoalan mendasar dari masalah ini
terletak pada hambatan yang muncul dalam membangun kesepahaman dan usaha
mencapai tujuan secara maksimal.
Hal ini biasanya melahirkan suatu kegalauan tentang komunikasi yang baik
sederhana yang dibayangkan yang kemudian menuntun pada pemikiran tentang usaha
melakukan komunikasi secara efektif.
B. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud tujuan komunikasi adalah :
1.
Agar kita dapat berkomunikasi yang baik dengan orang
lain, akan membantu seseorang mempermudah mendapat rezki, sahabat dan pelanggan
2.
Semakin banyak orang yang tidak mengenal etika dalam
berkomunikasi
3.
Dengan mengetahui konsep, teori dan dasar-dasar praktik
komunikasi yang baik, seseorang bisa menjadi pekerja komunikasi terampil dan
profesional dalam melaksanakan tugas-tugas yang diembannya.
4.
Perubahan sikap (attitude change)
Seorang komunikasi setelah menerima pesan kemudian
sikapnya berubah, baik positif/negatif, dalam beberapa situasi kita berusaha
mempengaruhi sikap orang lain dan berusaha agar orang bersikap positif sesuai
keinginan kita.
5.
Perubahan pendapat (opinion change)
Dalam komunikasi berusaha menciptakan pemahaman.
Pemahaman ialah kemampuan memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksudkan
oleh komunikator.
6.
Perubahan perilaku (behavior change)
Komunikasi bertujuan untuk mengubah perilaku maupun
tindakan seseorang. Misalnya : kampanye kesehatan merokok dapat menyebabkan
gangguan kesehatan setelah mengikuti kampanye tersebut si perokok berusaha
menguranginya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN KOMUNIKASI
Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin, yaitu
communication yang berarti berbagi atau menjadi milik bersama. Kata sifatnya
communius yang bermakna umum atau bersama-sama dengan demikian komunikasi
menurut lexicografer (Ahli kamus bahasa) menunjuk pada suatu upaya yang
bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan.
Menurut Carl I. Havland komunikasi adalah suatu proses di mana seseorang
memindahkan perangsang yang biasanya berupa lambang kata-kata untuk mengubah
tingkah laku orang lain. Jadi dengan demikian komunikasi itu adalah persamaan
pendapat dan untuk kepentingan itu maka orang harus mempengaruhi orang lain
dahulu. Sebelum orang itu berpendapat, bersikap dan bertingkah laku yang sama
dengan kita.
Menurut beberapa ahli komunikasi, secara ringkas dapat disimpulkan bahwa
komunikasi adalah penyampaian informasi, gagasan, menyampaikan pengetahuan
kepada pihak lain.
B. SEJARAH KOMUNIKASI
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, bahwa komunikasi adalah prasyarat
kehidupan manusia. Karena komunikasi adalah salah satu aktivitas yang sangat
fundamental dalam kehidupan umat manusia.
Sifat manusia untuk menyampaikan keinginannya dan untuk mengetahui hasrat
orang lain, merupakan awal keterampilan manusia berkomunikasi secara otomatis
melalui lambang-lambang isyarat, kemudian disusul dengan kemampuan untuk
memberi arti setiap lambang-lambang itu dalam bentuk bahasa verbal.
Dan Robers pun menilai peristiwa ini sebagai generasi pertama kecakapan
manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.
Menurut Rogers, sejarah perkembangan komunikasi dapat dibagi menjadi
empat (4) era perubahan :
a.
Era komunikasi tulisan
Diperkirakan dimulai ketika bangsa Sumeria mulai mengenal kemampuan
menulis dalam lembaran tanah liat sekitar 4.000 tahun SM.
b.
Era komunikasi cetakan
Era ini dimulai sejak ditemukannya mesin cetak band press oleh Gutten
Beng dan Jauh Coster di Jerman pada tahun 1456 dan kira-kira berlangsung selama
5.000 tahun.
c.
Era telekomunikasi
Pada tahun 1844, Samule Morse menemukan alat telegraf yang pertama dan
mengawali era telekomunikasi ini
d.
Era komunikasi interaktif
Mulai terjadi pada pertengahan abad ke 19 dengan ditemukannya maniframe
Komputer Eniac dengan 18.000 vacum tubes oleh para ahli dari universitas
Pennsylvania di Amerika serikat, pada tahun 1946.
Begitu cepatnya kemajuan teknologi komunikasi berlangsung dari waktu ke
waktu, telah memberikan pengaruh terhadap cara-cara manusia berkomunikasi,
komunikasi telah memperpendek jarak, menghemat biaya, menembus ruang dan waktu.
Komunikasi berusaha menjembatani antara pikiran dan perasaan dan kebutuhan
seseorang dengan dunia luarnya. Komunikasi membuat cakrawala seseorang menjadi
makin luas.
C. KOMUNIKASI DAN KEHIDUPAN MANUSIA
Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia karena tanpa komunikasi,
interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok maupun organisasi
tidak akan mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi
apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi antar manusia
inilah yang dalam ilmu komunikasi biasa disebut dengan tindakan komunikasi.
Tindakan komunikasi dapat dilakukan dalam berbagai cara, baik secara
verbal (dalam bentuk kata-kata, lisan atau tulisan). Ataupun nonverbal (tidak
dalam bentuk kata-kata ex: tingkah laku, gambar-gambar dan bentuk lainnya yang
mengandung arti)
Komunikasi juga dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung
komunikasi tidak langsung yaitu : tindakan komunikasi yang dilakukan tidak
secara perorangan tetapi melalui medium atau alat perantara tertentu. Misalnya
menyampaikan informasi melalui surat kabar, majalah, radio dan lain-lain.
Komunikasi juga merupakan salah satu fungsi kehidupan manusia fungsi
komunikasi adalah untuk menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran atau
perasaan hatinya kepada orang lain. Baik secara langsung ataupun tidak
langsung. Komunikasi mempunyai dan banyak kegunaannya di dalam kehidupan
manusia. Banyak contoh kejadian dalam kehidupan manusia sehari-hari yang
dinyatakan dalam peristiwa sehari-hari.
a.
Seorang guru mengajar tata hidang kepada murid-muridnya
b.
Beberapa anak muda ngobrol sambil minum copi di cafe
c.
Seorang ibu bercerita kepada anaknya
Contoh-contoh di atas memberikan gambaran bahwa komunikasi bisa terjadi
dalam berbagai konteks kehidupan manusia, mulai dari kegiatan yang bersifat
individual, kelompok, keluarga atau melalui media.
BAB III
MACAM-MACAM KOMUNIKASI
1. KOMUNIKASI VERBAL
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan lambang kata-kata
atau bahasa sebagai medianya, baik secara lisan maupun tulisan dalam praktek
komunikasi, ada empat Ruspon verbal mendengarkan (Listening Respons) yaitu
a.
Respons mendengarkan (listerning respons) untuk
keberhasilan proses komunikasi, komunikator, harus menguasai respons mendengar
yaitu dengan teknik :
Ø
Paraphrase, merupakan teknik pengembalian isi
pesan kembali kepada komunikasi
Ø
Clarification, adalah respons mendengarkan yang
digunakan oleh komunikasi untuk mendorong komunikasi agar berkata yang
sebenarnya
Ø
Reflektion of Feeling, adalah respons mendengarkan
yang berhubungan dengan perasaan atau isi pesan komunikasi (pihak yang
didengarkan)
Ø
Summatization merupakan teknik respons dengan
menyimpulkan dua parapharese atau refelection of feeling
b.
Respons tindakan (action responses) dilakukan oleh
komunikator setelah menghipnotis isi pesan komunikan untuk menanggapi
pernyataan komunikan respons tindakan ini (action responses) bersifat lebih
aktif terdiri dari
Ø
Probe merupakan respons tindakan berbentuk
pertanyaan, respons ini lebih bersifat membuka dan terbuka. Juga digunakan
untuk mendorong komunikan agar mengungkapkan dirinya lebih banyak lagi.
Ø
Ability potential, merupakan respons tindakan
dalam bentuk pernyataan yang menunjukkan atau menggambarkan potensi komunikasi
untuk melakukan sesuatu. Respons ini digunakan untuk mendorong komunikasi agar
lebih aktif, sehingga timbul kepercayaan diri untuk melakukan sesuatu dan
memperluas kesadaran akan kekuatan atau potensi yang dimilikinya.
Ø
Confrontation, adalah respons tindakan yang
ditujukan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan lain yang dihadapi lawan
bicara. Fungsi dari confrontation antara lain untuk mengidentifikasi pribadi
komunikan atau permasalahan pesan yang dihadapinya secara konrehensif
Ø
Interpretation adalah bentuk respons tindakan
verbal yang bersifat memberikan penjelasan dari pesan yang telah disampaikan
oleh lawan bicara, fungsinya untuk mengidentifikasi keterkaitan antara pesan
dengan tingkah laku komunikan. Artinya tingkah laku komunikan dari beberapa
gambaran alternatif atau penjelasan yang berbeda.
2. KOMUNIKASI NON VERBAL
Komunikasi non verbal adalah pesan atau informasi yang tidak disampaikan
secara lisan maupun tulisan. Komunikasi ini biasanya terlontar dari penampilan
gerakan tubuh (bahasa tubuh), kontak mata, mimik (ekspresi wajah) atau pakaian.
Tube dan carter mengklasifikasi komunikasi non verbal sebagai :
Ø
Body nation : adalah komunikasi non verbal yang
di ungkapkan melalui gerakan tubuh seperti gerakan tangan, kaki, ekspresi
wajah, gerakan mata dan sejenisnya.
Ø
Tauching behavior : adalah gerakan non verbal yang
diungkapkan melalui gerakan seperti bersalaman, gerakan memegang dan
sebagainya.
Ø
Physical characteristic : adalah komunikan non
verbal yang diungkapkan melalui bentuk fisik, seperti tinggi badan, berat badan
dan warna kulit.
Ø
Artifact : adalah bentuk non verbal melalui
penampilan, atau penggunaan kosmetik, misal penggunaan parfum, lipstik dan
sebagainya.
Ø
Environment factors :adalah komunikasi non
verbal yang disampaikan melalui bentuk kantor, dekorasi ruang, lantai, taman
dan sejenisnya.
Dalam kehidupan bermasyarakat, ada tingkah laku non verbal yang sering
mewarnai proses komunikasi dalam melakukan hubungan interpersonal yaitu
kinetik, paralinguistik dan prosemik (keterlibatan individu dengan lingkungan).
a.
Perilaku kinetik : meliputi gerakan tubuh (fungsi
tubuh) seperti gerakan badan, gerakan anggota tubuh, ekspresi wajah, gerak mata
dan sebaginya. Perilaku kinetik banyak terkait dengan keadaan diri manusia
sebagai sumber gerak yaitu mencakup ciri-ciri fisik seperti keadaan jasmani,
berat badan, tinggi badan, kurus, gemuk dan penampilan diri secara umum.
b.
Paralinguistik : Jenis komunikasi yang berkaitan dengan
cara bagaimana seseorang mengucapkan atau menyampaikan pesan. Paralinguistik
dapat menunjukkan bagaimana suatu pembicaraan disampaikan dan sekaligus menunjukkan
tentang keadaan emosi dan sikapnya. Di sini ada beberapa isyarat vokal yang
dapat disimak oleh pendengarannya antara lain meliputi tingkat suara, atau
intonasi suara dan lancar tidaknya berbicara.
BAB IV
HAMBATAN KOMUNIKASI
1. HAMBATAN DARI PROSES KOMUNIKASI
Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan yang akan
disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan. Hal ini dipengaruhi
oleh perasaan atau situasi emosional
sehingga mempengaruhi motivasi, yaitu mendorong seseorang untuk bertindak
sesuai dengan keinginan, kebutuhan atau kepentingan.
Hambatan dalam penyanduan/simbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa
yang digunakan tidak jelas, sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol
yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama, atau bahasa yang
dipergunakan terlalu sulit.
Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media
komunikasi, misalnya gangguan suara radio, dan aliran listrik sehingga tidak
dapat mendengarkan pesan. Pada situasi pasca gempa tersebut jaringan listrik
dan telekomunikasi terputus sehingga untuk menyampaikan dan menyalurkan pesan
baik dari para korban kepada pemerintah/tim rekonstruksi maupun sebaliknya.
Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi
oleh si penerima. Hambatan dari si penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian
pada saat penerima/mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru
dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak
menggerakkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu
atau tidak jelas dan lain sebagainya.
2. HAMBATAN FISIK
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca, gangguan
alat komunikasi dan lain-lain. Misalnya
a.
Gangguan kesehatan karena banyak masyarakat menjadi
korban baik luka berat maupun ringan akibat tertimpa reruntuhan serta kondisi
mereka yang masih berada di tenda-tenda darurat sehingga keadaan fisik mereka
tidak terjamin
b.
Sehubungan dengan terputusnya jaringan listrik dan
telekomunikasi pasca gempa di beberapa wilayah di DIY Jateng menyebabkan
komunikasi terganggu
3. HAMBATAN SEMANTIK
Kata-kata atau kalimat yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang
mempunyai arti yang mendua dan berbeda tidak jelas atau berbelit-belit antara
pemberi pesan dan penerima, dengan kata lain bahasa yang digunakan berbeda.
4. HAMBATAN PSIKOLOGIS
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi dalam
musibah ini komunikasi masih trauma dengan musibah yang menimpa mereka. Bencana
yang telah mengambil keluar dan harta benda mereka menimbulkan dampak traumatik
yang sangat tinggi sehingga pada saat diajak untuk berkomunikasi menjadi tidak
nyambung bahkan ketidakmampuan mereka dalam menghadapi bencana ini menimbulkan
street yang berkepanjangan. Faktor psikis komunikan ini yang membuat proses
rekonstruksi menjadi sulit.
Selain itu faktor prasangka merupakan penilaian yang sejak awal sudah
tertanam dalam diri komunikan terhadap komunikator. Biasanya prasangka ini
terlalu besar dan negatif, sehingga menjadi hambatan paling berat dalam
komunikasi dalam keadaan membutuhkan akan bantuan baik berupa tenda,
obat-obatan dan lain sebagainya. Korban gempa terkadang mempunyai prasangka
yang negatif terhadap pihak-pihak yang akan membantu karena adanya orang-orang
yang tidak mereka untuk berhati-hati terlebih dahulu terhadap orang-orang
asing/dari luar daerahnya.
Misalnya : pada saat situasi pasca gempa ini banyak terjadi tindak
pencurian, perampokan dan lain-lain yang meresahkan masyarakat. Banyak orang
yang tidak mereka kenal keluar masuk daerah mereka tanpa alasan jelas untuk itu
masyarakat menjadi berhati-hati.
BAB V
PENUTUP
- Kesimpulan
Manusia di lahirkan ke dunia ini adalah sebagai makhluk sosial antara
manusia yang satu dengan yang lainnya pasti akan berinteraksi. Interaksi itulah
yang dimaksud komunikasi.
Macam-macam komunikasi di bagi menjadi dua :
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan lambang kata-kata
atau bahasa sebagai medianya baik secara lisan maupun tulisan komunikasi non
verbal adalah pesan atau informasi yang tidak disampaikan melalui lisan maupun
tulisan tetapi menggunakan gerakan tubuh.
Hambatan dalam berkomunikasi adalah hambatan yang bisa diakibatkan dari
fisik, hambatan semantik, hambatan psikologis.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.scribd.com/doc/21268019/MAKALAH-KOMUNIKASI
Marhaen fahar.
Ilmu komunikasi teori dan praktek
penerbit: Graha Ilmu
Dra. Hj.
Woerjani, M.Pd. ,Dra. Ratnawati T, M.Hum Buku bahan ajar pelayanan prima
MAKALAH KOMUNIKASI
Reviewed by Unknown
on
Friday, November 18, 2016
Rating:
No comments
Post a Comment